Cinta
22 Maret 2008
Kadang ku bertanya, apakah cinta?
Mengapa cinta mengoyak hatiku?
Dan kenapa semakin aku disakiti cinta, aku semakin mendamba cinta?
Cinta bagaikan setitik air di padang tandus,
air yang terlihat jernih dan menyegarkan,
namun mengandung racun yang memabukkan.
Kasihku jauh disana…
Kau memiliki kasih yang lain
Aku hanyalah kerikil bagimu
Kerikil yang mengganggu sepatumu
Cinta…
Ku ulurkan tanganku kearahmu
Walau ku tahu, jarak ini tak akan berkurang
tetap ku ulurkan tanganku
Berharap…
Kusiapkan ruangan dihatiku
Hanya untukmu
Walaupun hatiku jadi hampa karenanya
Cinta…
Mungkin lebih baik
Aku tak mengenal cinta
……………..
Malamku tiba
25 Februari 2008
kakiku berat tertarik bumi
ketika kutiba di perbatasan impian
mencari segenggam udara
mencairkan sakit di dadaku
merahnya langit
dihiasi burung migran
kudengar desiran hasrat
menutup buku ceritaku
bulanpun tiba
berpayung cirrus
bagaikan lautan disana
tujuanku selanjutnya
rintik hujan melepas dahagaku
cahayapun menghilang
seiring berhentinya detak jam
kehabisan batere